Sejarah Desa

1783933450202.jpg
Gambar: Pemukiman Masyarakat Desa Buduk Tumu ( Kristoper ) Sumber: https://buduktumu.prm.my.id/

Sejarah Desa

           Desa Buduk Tumu sudah ada pada masa lampau dan bahkan jauh sebelum itu Desa Buduk Tumu lebih dikenal dengan sebutan “Bawang Buduk Tumu” artinya masyarakat yang hidup atau mendiami daerah tinggi atau diatas sebuah Bukit. Wajar kalau pada umumnya masyarakat Krayan lebih banyak mengenal sebutan Desa ini Buduk Tumu karena letak dan kondisi Wilayahnya berada pada kawasan yang tertutup dari pandangan bentangan perbukitan yang memanjang di bagian Utara dan Selatan.

      Penduduk Desa Buduk Tumu pada zaman dahulu kala adalah bagian dari sekelompok masyarakat Krayan yang menyebar di Lembah Tanah Krayan yang polah hidupnya selalu tidak menetap. Mereka hidup dari suatu tempat ketempat yang berbeda hanya untuk memenuhi kebutuhan keberlanggsungan hidup dan selalu bergantung pada persediaan Alam yang semakin hari semakin menipis membuat pemikiran untuk mengambil keputusan memilih bertempat tinggal yang tetap, sehingga dengan cara ini mereka dapat melakukan aktifitas dan menekuni keahlian sesuai bidang msing-masing yang walau polah caranya masih sangat sederhana, seperti bercocok Tanam, Berketerampilan dan usaha sampingan seperti memungut hasil Hutan masih tetap ditekuni. Memasuki Tahun 900-an atau berkisar antara Tahun 1900 s/d 1920 Penduduk menamakan tempat tinggal mereka “Buduk Tumu, Buduk Artinya Puncak sedangkan Tumu adalah sebuah nama Kayu (Agatis ).

           Penduduk Buduk Tumu mula-mula terdiri dari 13 KK dengan jumlah Penduduk 117 Jiwa dengan membuat Peraturan yang harus ditaati oleh setiap orang dengan mengangkat untuk pertama kalinya seorang Pemimpin yang digelar sebagai Penguluh Bawang atau sebutan lainnya Kepala Kampung bernama Agung Kabal ( 1920-1935).

       Singkatnya bahwa Desa Buduk Tumu adalah bagian kategori Desa Sejarah Perjuangan Bangsa pada zaman Revolusi Dwikora di Kalimantan Utara antara pada tahun 1946 s/d 1949, selain posisi berada pada Pangkalan terdepan Komando Pertahanan TNI juga sebagai basis kegiatan Sukarelawan yang pada saat itu terlibat langsung bersama - sama TNI melibatkan diri untuk menyusun kekuatan dan strategi Perjuangan Konfrontasi di Daerah Perbatasan demi membelah harga diri dan martabat Negara kesatuan Repumblik Indonesia tercinta.

            Masyarakat Desa Buduk Tumu pada umumnya adalah Petani yakni Petani Sawah Padi. selain Pekerjaan Pokok sebagai Petani, Penduduk juga memiliki usaha sampingan lain sebagai Peternak Kerbau, Babi, Itik dan Ayam bahkan dalam bidang usaha Perkebunan belakangan ini merupakan salah satu jenis usaha yang sangat potensial dikembangkan sehingga suatu saat usaha ini dapat dijadikan nilai tambah penghasilan yang dapat dihandalkan.

            Secara turun temurun Desa Buduk Tumu dipimpin oleh Kepala Desa atau Kepala Kampung sebagaimana terdapat dalam Tabel dibawah ini.

No

Periode

Nama Kepala Desa

Keterangan

1

1920 – 1935

Agung Kabal

9 Tahun

2

1936 – 1945

Agung Kabal

30 Tahun

3

1946 – 1955

Liang Sarau

8 Tahun

4

1956 – 1969

Panai Agung

20 Tahun

5

1970 – 1976

Panai Agung

9 Tahun

6

1977 – 1979

Sigar Benging

13 Tahun

7

1980 – 1992

Thadem Agung

8 Tahun

8

1993 – 2001

Thadem Agung

6 Tahun

9

2002 – 2007

Singa Agung

6 Tahun

10

2008 – 2014

Martinus Thadem

6 Tahun

11

2015

Nasion Lungung

Pj. Kepala Desa

12

2016 – 2021

Parden Peru

6 Tahun

13

2022 – 2029

Sarau

8 Tahun

Bagikan post ini: